Apalagi proyek siluman dan tambal sulam pada pengerjaan proyek ini, kini mulai menjadi sebuah Treding Topic, termasuk Proyek pengerasan ruas jalan penghubung antara Jalinsum depan RM Sempurna menuju access road yang berada di Dusun 1 Desa Tanjung Gading Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara. Minggu 13 Maret 2022.
Sejumlah awak media yang melaksanakan fungsinya sebagai sosial kontrol pun secara jelas telah menemukan kejanggalan di lokasi proyek pengerasan pada ruas jalan tersebut.
Pasalnya dilokasi pengerjaan peningkatan ruas jalan itu terlihat, Bescos yang seharusnya menjadi bahan dasar pengeras jalan, malah bentuknya seperti campuran Sirtu atau pasir batu dengan material utama sebentuk tanah lempung.
Warga sekitar yang sempat ditanyai oleh beberapa awak media mengaku heran dengan pengerjaan yang terjadi pada proyek tersebut, sedang informasi yang diterima media ini bahwa bescos yang berbentuk sirtu itupun hanya diserak sekali dan cuma sekali pula dipadatkan oleh alat berat.
Dikabarkan pula bahwa saat menggiling Bescos berbentuk sirtu itu, pihak pengerjaan pengerasan tidak ada menyiramkan air. Mengetahui pola kerja kontraktor seperti ini, membuat Alfuad Lubis selaku Sekretaris Eksekutif NGO LRR (Lingkar Rumah Rakyat) Kabupaten Batu Bara angkat bicara.
Lubis sendiri menyayangkan prilaku kontraktor yang diaminkan dinas terkait yang hingga belum diketahui Dinas apa sebagai PA atau pengguna anggaran.
"Hal seperti itu sangat buruk, ini bisa merusak citra Bupati Batu Bara yang selama ini memperjuangkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk sistem penggunaan anggaran pada keuangan serta APBD Batu Bara", sesal pria yang akrab disapa Fuad itu.
Masih menurut Fuad bahwa kedepan sangat dikhwatirkan warga akan merasa kecewa dengan pemerintah Zahir sebab ulah oknum-oknum kontraktor yang nakal, warga pun bisa saja akan mengira bahwa dimasa kepemimpinan Bupati Batu Bara sekarang, kesannya cuma menjadi ajang keuntungan pribadi bagi orang-orang yang memanfaatkan kedekatan dirinya dengan Zahir.(Tim/Red)




