
BATU BARA - Garudari.co.id | Tradisi unik menyambut bulan suci Ramadhan ini sangat di nantikan. Ratusan orang berkumpul dan menunggu saat pemotongan kerbau di Desa Titi Merah, Kec.Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Kamis (31/3/2022)
Sementara belasan kerbau yang akan di potong masih banyak terikat kuat di batang pepohonan. Pemilik kerbau kemudian menarik tali saat seorang tukang potong memberikan instruksi. Puluhan Orang kemudian menyerbu, menarik, berteriak dan kerbau-kerbau telah siap untuk disembelih.

Proses penyembelihan belasan kerbau secara bersama-sama ini dilakukan beberapahari sebelum bulan suci Ramadhan. Warga Desa Titi Merah, Kecamatan Limapuluh Pesisir menyebut kegiatan itu sebagai tradisi bebantai atau bantai adat.
“Tradisi bebantai sudah turun temurun, kalau mau puasa. Pasti semua orang menantikan potong kerbau, membantai belasan bahkan puluhan ekor kerbau,” kata Acik Olan seorang pemuda setempat.
Menurut Acik Olan, pada tahun ini bebantai hanya memotong lebih kurang 30 ekor kerbau. Minimnya jumlah kerbau karena kondisi perekonomian warga yang sedang turun akibat pandemi yang terjadi sejak setahun terakhir.

Biasanya jumlah yang dipotong dalam perhelatan bebantai di beberapa desa di Kabupaten Batu Bara bisa mencapai ratusan ekor. Setelah kerbau disembelih daging nya kemudian jual ke warga dengan harga relatif murah.
Tidak peduli kaya atau miskin, warga berpangkat atau rakyat biasa, semuanya dapat membeli potongan daging kerbau yang sengaja di tunggu.
Acik Olan menyebut tradisi bebantai merupakan hal yang selalu ditunggu oleh warga desa. Bahkan, jelasnya, para perantau pun banyak yang pulang kampung hanya untuk mengikuti tradisi bebantai tersebut.
Menyambut bulan Ramadhan Baginya, tradisi ini memang cukup penting karena pada kesempatan tersebut terjalin kebersamaan, silaturahmi dan solidaritas sosial, dan sebagian lapisan masyarakat Desa yang membeli kerbau dalam jumlah banyak.daging yang sudah dimasak sebahagian di bawa mengunjungi sanak saudara, Ungkap Acik Olan. (Red)




