Batubara - Beredar vedio komplotan 2 pemuda di pajak tanjung tiram resahkan masyrakat minta sumbangan memakai kotak indomie demi membeli alat hadroh yang bahannya sudah adamenyampaikan, 28/09/2022.
Pantauan awak media, masyarakat tanjung tiram sangat merasa resah ketika 2 pemuda yang mengaku anggota Majelis nurun nabi meminta uang dengan dalih membeli peralatan hadroh dengan mengatas namakan majelis nurun nabi.
Vidio durasi 2.50 detik terlihat oknum 2 pemuda mengatas namakan majelis nurun nabi terlihat pucat, dan tidak berkutik ketika dipertanyakan tentang majelis nurun nabi yang saat ini sudah ada peralatan hadroh.
Pengutipan secara ilegal tersebut bisa mendapatkan 200.000 rb perhari/hari bagi oknum pemuda mengatas namakan nurun nabi.
Dijumpai fahri ramzi langung angkat bicara kepada awak media, saat ini khodimul itu adalah ustad wahid memimpin majelis nurun nabi dan juga ketua PAC IPNU tanjung tiram, dahulunya aktif bersama buya fahri sebagai mudarris (guru) disalah satu cabang tahfidz seiring berjalannya waktu ustad wahid sudah aktif di majelis nya sendiri.
Wahid juga mengumpulkan sekelompok pemuda untuk bergabung di majelis nurun nabi untuk bersholawat bersama.
Kini majelis sholawat dibawah kepemimpinan ustad wahid aktif bersholawat di masyarakat, namun untuk pengutipan dana infaq dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab mengatas namakan nurun nabi, pengutipan secara ilegal ini bukan hanya 1 kali terjadi bahkan berulang kali, ucap fahri ramzi.
Disaat yayasan buya menghadirkan syeh husien jaber dari kelompok majelis nurun nabi turun ke masyarakat mengutip infaq untuk kegiatan kami, kok malah bisa mereka meminta minta seperi itu.
Tentu ini telah mencoreng nama baik majelis karna ulah oknum yang tidak bertanggung jawab ini, kita tidak mau masyarakat sudah tidak percaya kepada majelis lagi, jadi tolong untuk ustad Wahid segera nasehati tegaskan anggotanya agar tidak terulang hal seperti ini, Ucap Fahri ramzi.
Majelis itu mulia, jadi tolong oknum yang tidak bertanggung jawab segera bertaubat jangan ada kepentingan untuk perut sejengkal. Apakah tidak takut berdosa kalo begitu, ungkap fahri ramzi yang sering di sebut dengan buya fahri ini.
Kita sudah sampaikan keresahan ini terhadap kapolsek labuhan ruku, dan kami juga berharap tolong kepada oknum yang mengatas namakan majelis nurun nabi jangan lagi meminta-minta dengan dalih membeli alat hadroh yang sudah ada.
Fahri ramzi mengingatkan, jika ini terjadi lagi maka kami tidak segan segan untuk melaporkan kepada pihak aparat penegak hukum (APH),tutup fahri ramzi.
Ustad Wahid dikonfirmasi menyampaikan, 2 pemuda ini akan kita beri nasehat, dan kami serahkan langsung kepada pihak penegak hukum untuk memproses perkara ini.
Awak media langsung konfirmasi melalui via whatsapp kapolsek labuhan ruku AKP Ferry Kusnadi SH.MH, iya dari ketua yayasan Tahfidzh Qur'an batu bara sudah sampaikan ke saya. Semoga oknum nurun nabi itu bisa bertaubat, ucap Kapolsek Ferry. (Tim)



