Iklan


 

SEKJEN IPA BATU BARA,BBM NAIK ASAM LAMBUNG MASYARAKAT NAIK.

Jumat, September 09, 2022 | 16:03 WIB Last Updated 2022-09-10T10:30:04Z

BATUBARA| Sekjen Ikatan Pelajar Al kabupaten batu bara  Farihin Abdillah Fattah  menolak kenaikan Harga BBM,ada beberapa alasan kami dari pelajar Al Washliyah menolak kenaikan Harga BBM ini. 09 september 2022.

“Ikatan Pelajar al Washliyah (IPA) yang merupakan organ bagian dari Ormas Islam Terbesar di Indonesia yaitu Al jam'iyatul Washliyah didalamnya terdapat para para pelajar yang sangat keritis atas Kebijakan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kepada rakyat,Hari ini Pemerintah lebih cinta dengan para pengusaha pengusaha kapitalis yang hanya memikirkan keuntungan kelompok kelompok nya memperkaya diri sendiri,tanpa memikirkan kepentingan rakyat.dan kami menolak dengan tegas Menolak kenaikan harga BBM Bersubsidi yang disampaikan oleh pemerintah pusat,” Ujar Farihin Abdillah Fattah disampaikan dalam keterangan tulisannya.

Tiga alasan yang menjadi dasar penolakan Sekjen PD Ikatan Pelajar Al Washliyah Kabupaten Batu Bara terhadap rencana kenaikan harga BBM.

Pertama, masih banyak penduduk Indonesia kuhusus nya di kabupaten batu bara yang berpenghasilan rendah dari kalangan petani, nelayan, buruh, tenaga honorer, usaha mirko, dan sektor informal.Kita belum terlepas dari Pemilihan ekonomi yang terdampak di karena kan covid 19,Dengan adanya pandemi COVID-19, jumlah penduduk miskin  semakin bertambah. Maka,BBM harusnya tidak naik dulu.

"Kami jugak meminta kepada pemerintah kabupaten batu bara dan DPRD kabupaten batu bara untuk mendukung dan memiliki sikap dalam menyikapi Kenaikan BBM dan memberikan buah fikiran nya dalam permasalahan tersebut dan memberi solusi untuk meringankan beban masyarakat terkhusus di kabupaten batu bara"ucapnya.

Kedua, Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dinilai hanya sebagai peredam amarah rakyat yang terdampak kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM tidak boleh dilakukan karena saat ini Indonesia masih didalam kondisi pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi mulai menebar BLT BBM sebesar Rp 600 ribu, dibagikan selama empat bulan, dimulai dari bulan September ini, dibagi dua bulan sekali. selama dua bulan sekali, warga yang berhak bakal dapat Rp 300 ribu. Jumlah penerima BLT ini 20,6 juta orang Harapan kami jugak BLT Di kabupaten batu bara harus di serahkan BLT tepat pada sasaran teruntuk masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Kendati demikian pertanyaan fundamentalnya adalah apakah BLT BBM sebesar Rp. 150.000/bulan dengan alokasi per dua bulan sekali itu mampu menopang daya beli masyarakat? Rasanya akal sehat kita harus mengatakan tidak,” ujar Farihin.

Sekjen IPA Kabupaten Batu Bara  ini juga menolak kenaikan harga BBM karena kenaikan harga itu mengakibatkan terjadinya inflasi. Harga-harga barang dan jasa bakal naik kalau BBM naik. Ongkos transportasi bakal naik, harga produk UMKM bakal naik, harga makanan juga bakal naik.Kami tidak ingin Indonesia seperti negara Sri Lanka yang terkena krisis ekonomi yang berat.

“Hal yang paling mengerikan sebagai dampak kenaikan harga BBM bersubsidi adalah ancaman kepada negara kita ini akan terjadinya inflasi,” ujarnya Farihin.

Di akhir Farihin Abdillah Fattah juga mendesak Pemerintah kabupaten batu bara dan wakil rakyat DPRD kabupaten batu bara bersama sama mendesak Pemerintah Sumatera Utara untuk menyampaikan aspirasi keluh kesah masyarakat kabupaten batu bara di karenakan naik nya BBM.segara mencabut keputusan kenaikan harga BBM yang membuat resah dan risau masyarakat. (Red)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • SEKJEN IPA BATU BARA,BBM NAIK ASAM LAMBUNG MASYARAKAT NAIK.

Iklan