Dikarenakan pengadaan bibit odot tersebut telah menimbulkan berbagai spekulasi sebab anggaran sebesar itu dengan telah dibelajakan untuk pembelian bibit tersebut. Tentu saja menimbulkan kecurigaan, dengan anggaran sebesar itu tentu saja lahan yang perlukan harus luas, kira-kira dimana letaknya, tanya Rustam.
Menurut Rustam harga bibit odot tersebut, sekitar Rp.1.000,00 per batangnya, namu tentu saja bukan soal harga yang kita pertanyakan, melainkan lisensinya dari mana, dan bagaimana, dan kegunaanya untuk apa.
Selain dari lisensi yang kita pertanyakan, bagaimana pula teknis dari bibit odot tersebut, apakah dari Dinas Peternakan dan perkebunan yang menanam langsung bibit odot tersebut, atau sudah diberik9
an kepada kelompok untuk proses penanam bibit tersebut. ungkap Rustam
Jika benar sudah dibudidayakan oleh dinas terkait, dimana dan sudah berapa kali panin, hasil panin kemana di buat, jika diberikan kepada kelompok tani lalu kelompok mana yang menerima, kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan harus Transparan tentang pelaksaan proyek tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan saat di Konfirmasi oleh Rustam melalui komunikasi telpon seluler, perihal pengadaan bibit odot tersebut beliau mengatakan " Hubungi saja PKKnya dia yang lebih tau teknisnya, kalau saya tidak tau soal itu, kelah ridwan . ( Fery )



